Kehidupan memang seperti roda yang berputar. Kadang di atas dan kadang di bawah. Mungkin semua orang sudah pernah merasakan sedih, susah, senang. Semua itu memanglah warna hidup. Arti hidup sebenarnya hanyalah penghambaan. Kita yang awalnya someone kemudian menjadi somebody semua itu karena kehendak Tuhan. Orang bisa saja berfikiran macam-macam terserah apa kata hatinya. Tetapi itu hanyalah suatu usaha kecil yang jika dipersentasekan mungkin tidak ada nol koma sekian ribu nol satu atas keberhasilan kita.
Semua orang selalu ingin hidup bahagia. Banyak orang yang bekerja siang malam kadang tak pulang itu pun karena ingin hidup bahagia. Tak salah ada yang berpendapat bahwa lahir dalam keadaan miskin itu bukan suatu kesalahan, tetapi mati dalam keadaan yang tetap adalah suatu kesalahan. Tetap disini maksudnya adalah tetap miskin. Ada pula yang berpendapat semakin kaya kita maka semakin lama waktu hisab kita di akhirat. Kalau ini sangat dimungkinkan terjadi. Saya pun percaya tentang ini. Banyak konsep yang salah namun dikagumi. Banyak pula konsep yang keliru tetapi menjadi bahan untuk ditiru.
Menjadi seorang pemuda memang suatu anugrah yang tak terhingga. Orang tua pun banyak yang ingin menjadi muda lagi. Banyak cara yang dilakukan agar dirinya serasa muda kembali. Meskipun tetap saja tak mungkin kembali. Rasa takut akan semangat yang menyusut pun muncul. Ada yang bilang kalau tua itu pasti tetapi dewasa itu pilihan. Banyak anak kecil tetapi sudh dewasa. Kemampuannya melebihi orang dewasa. Semangatnya seperti pejuang pada zaman penjajahan meskipun ini tak bisa dipadankan.
Semangat tinggi itulah pemuda. Rasa penasaran yang besar itu pun sifat pemuda. Masa depan dibangun saat kita berada pada masa ini. Masa yang bisa juga menghanyutkan kita dalam impian-impian luar biasa. Pemuda seperti ini yang dituntut punya semangat lebih dan mental baja. Meskipun terasa ringan tetapi efeknya sangat terasa. Berjalan seperti jalannya orang-orang yang berada pada bara api. Panas dan semakin panas menimbulkan suatu tanda hitam membekas. Itulah mimpi. Jika tercapai seperti fenomena gunung es di lautan. Sedikit yang terlihat meskipun sebenarnya sangatlah besar bagian di bawahnya.
Siapakah orang yang tidak ingin mimpinya jadi kenyataan. Rintisan mimpi masa muda yang menimbulkan kesejukan di masa lanjut usia. Terkadang untuk memetik bunga indah pun harus melewati banyak duri. Mimpi yang berusaha kita capai pun demikian harus melewati banyak rintangan. Terlebih mimpi itu banyak yang memimpikan. Berkejaran orang untuk mencapainya. Mungkin itu adalah sebuah konsep baru yaitu "mimpi bersama". Mimpi bersama atau pun mimpi sendiri bukanlah masalah. Karena bersama kesulitan pasti ada kemudahan.
Semua orang selalu ingin hidup bahagia. Banyak orang yang bekerja siang malam kadang tak pulang itu pun karena ingin hidup bahagia. Tak salah ada yang berpendapat bahwa lahir dalam keadaan miskin itu bukan suatu kesalahan, tetapi mati dalam keadaan yang tetap adalah suatu kesalahan. Tetap disini maksudnya adalah tetap miskin. Ada pula yang berpendapat semakin kaya kita maka semakin lama waktu hisab kita di akhirat. Kalau ini sangat dimungkinkan terjadi. Saya pun percaya tentang ini. Banyak konsep yang salah namun dikagumi. Banyak pula konsep yang keliru tetapi menjadi bahan untuk ditiru.
Menjadi seorang pemuda memang suatu anugrah yang tak terhingga. Orang tua pun banyak yang ingin menjadi muda lagi. Banyak cara yang dilakukan agar dirinya serasa muda kembali. Meskipun tetap saja tak mungkin kembali. Rasa takut akan semangat yang menyusut pun muncul. Ada yang bilang kalau tua itu pasti tetapi dewasa itu pilihan. Banyak anak kecil tetapi sudh dewasa. Kemampuannya melebihi orang dewasa. Semangatnya seperti pejuang pada zaman penjajahan meskipun ini tak bisa dipadankan.
Semangat tinggi itulah pemuda. Rasa penasaran yang besar itu pun sifat pemuda. Masa depan dibangun saat kita berada pada masa ini. Masa yang bisa juga menghanyutkan kita dalam impian-impian luar biasa. Pemuda seperti ini yang dituntut punya semangat lebih dan mental baja. Meskipun terasa ringan tetapi efeknya sangat terasa. Berjalan seperti jalannya orang-orang yang berada pada bara api. Panas dan semakin panas menimbulkan suatu tanda hitam membekas. Itulah mimpi. Jika tercapai seperti fenomena gunung es di lautan. Sedikit yang terlihat meskipun sebenarnya sangatlah besar bagian di bawahnya.
Siapakah orang yang tidak ingin mimpinya jadi kenyataan. Rintisan mimpi masa muda yang menimbulkan kesejukan di masa lanjut usia. Terkadang untuk memetik bunga indah pun harus melewati banyak duri. Mimpi yang berusaha kita capai pun demikian harus melewati banyak rintangan. Terlebih mimpi itu banyak yang memimpikan. Berkejaran orang untuk mencapainya. Mungkin itu adalah sebuah konsep baru yaitu "mimpi bersama". Mimpi bersama atau pun mimpi sendiri bukanlah masalah. Karena bersama kesulitan pasti ada kemudahan.



